Oct 19, 2010

Kenapa wanita semakin rendah apabila meningkat usia?

Pakar Perunding Kanan Endokrinologi, Profesor Chan Siew Pheng berkata, osteoporosis menjejaskan kesihatan lebih kurang 200 juta orang di seluruh dunia.

Keretakan pinggul katanya berkait rapat dengan morbiditi dan kadar kematian tinggi dalam lingkungan 20 hingga 25 peratus pada tahun pertama selepas pesakit mengalami keretakan.

"Kebanyakan yang terselamat akhirnya hilang upaya dan hanya 25 peratus yang dapat meneruskan aktiviti normal."

Menurut Siew Pheng, kos kemasukan hospital bagi keretakan pinggul tahun 1997 dianggarkan pada kadar sebanyak RM22 juta.

Osteoporosis merupakan keadaan dimana tulang menjadi poros dan rapuh. “Osteo” artinya tulang, sedangkan “porosis” artinya poros atau tidak padat. Tulang yang mudah patah akibat osteoporosis adalah tulang belakang, tulang paha dan pergelangan tangan.Agar kepadatan tulang tetap terjaga, tubuh memerlukan kalsium dan mineral lainnya dalam jumlah yang cukup dan produksi beberapa macam hormon dalam jumlah yang tepat, antara lain estrogen pada wanita dan testosteron pada laki-laki. Selain itu, penyerapan vitamin D yang cukup diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium dari makanan dan menghantarkannya ke tulang.

Tulang kita sebenarnya tidak pernah diam. Setiap saat terjadi pembentukan sel tulang baru, sedangkan sel tulang yang sudah tua dibuang dari tubuh. Pada masa kanak-lanak, kecepatan pembentukan jauh lebih besar daripada hilangnya sel-sel tulang yang sudah tua. Akibatnya tulang pada kanak-kanak akan bertambah panjang dan besar.

Pada dewasa muda kecepatan pembentukan dan hilangnya sel tulang hampir seimbang. Namun mulai usia 30 sampai 40 tahun, kecepatan pembentukan tulang semakin menurun, akibatnya jumlah sel tulang semakin sedikit, sehingga rawan terjadi osteoporosis.

Siapa saja yang berisiko terkena Osteoporosis?

Berikut beberapa keadaan yang meningkatkan risiko terkena osteoporosis :

■Menopause. Risiko terkena osteoporosis lebih besar setelah wanita mengalami menopause, karena setelah menopause, kadar estrogen yang diproduksi ovarium turun mendadak . Sebagaimana diketahui, estrogen berperanan penting dalam menjaga kekuatan tulang dengan cara membantu kerja sel pembentuk tulang. Pada kenyataannya, semakin cepat menopause terjadi, semakin besar risiko timbulnya osteoporosis. Umumnya wanita mulai mengalami menopause pada umur 45 sampai 55 tahun.

■Pengangkatan kandungan yang diikuti dengan pengangkatan kedua ovarium. Jika hanya satu ovarium yang diangkat, tidak meningkatkan risiko osteoporosis.

■Setelah umur 30 sampai 40 tahun. Karena setelah umur ini, pembentukan tulang lebih sedikit berbanding hilangnya sel tulang.

■Merokok. Risiko terkena osteoporosis pada perokok dua kali lebih besar dibanding bukan perokok. Hal ini terjadi karena rokok menurunkan kadar estrogen di dalam darah.

■Mempunyai keluarga yang osteoporosis. Wanita yang mempunyai ibu osteoporosis mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk mendapatkan osteoporosis.

■Wanita dengan berat badan kurang. Wanita kurus lebih cepat terkena osteoporosis dibandingkan dengan wanita gemuk. Hal ini dikaitkan dengan perbedaan tingkat produksi estrogen, dimana wanita gemuk cenderung lebih banyak.

■Kurang senaman teratur. Latihan yang teratur membantu memperlambat timbulnya osteoporosis. Sebaliknya, kurang olah raga menyebabkan osteoporosis lebih mudah timbul. Senaman misalnya jalan atau lari, memacu sel tulang untuk lebih aktif sehingga terbentuk tulang yang kuat.

■Obat-obat tertentu. Beberapa obat tertentu dapat meningkatkan risiko terkena osteoporosis. Obat tersebut tampaknya meningkatkan kehilangan tulang dan menurunkan laju pembentukan tulang. Obat tersebut antara lain kortison (digunakan untuk asma, penyakit paru, radang sendi, dan alergi). Tetapi efek ini hanya terjadi jika obat tersebut digunakan dalam dosis tinggi, atau diberikan selama 3 bulan atau lebih. Penggunaan obat ini selama beberapa hari, atau beberapa minggu, biasanya tidak meningkatkan risiko timbulnya osteoporosis. Pengobatan tiroid juga berperanan terhadap timbulnya osteoporosis.

■Penyakit tertentu. Beberapa penyakit yang meningkatkan risiko osteoporosis : arthritis reumatoid, bronkhitis kronis dan emfisema, hipertiroidisme, malnutrisi, penyakit hati kronik, dan penyakit-penyakit usus.

■Penyerapan kalsium atau vitamin D rendah. Jika makanan kita kurang mengandung kalisum selama bertahun-tahun, terutama pada masa pertumbuhan, risiko untuk mengalami osteoporosis juga meningkat. Kurangnya kalsium menyebabkan kurangnya pembentukan tulang. Vitamin D diperlukan untuk membantu penyerapan kalsium dan menghantarkannya ke tulang.

Apa yang terjadi pada remaja?

Pada masa remaja, tulang berkembang dengan cepat. Jika penyerapan kalsium cukup, tulang akan mengalami perkembangan maksima dan menjadi lebih kuat.
Tetapi makanan yang kaya kalsium (misalnya susu dan keju), juga mengandung kalori yang tinggi. Sehingga, remaja yang takut gemuk menghindari makanan ini. Akibatnya mereka kekurangan kalsium dan jika berlangsung terus menerus akan menimbulkan osteoporosis dikemudian hari. Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah mengambil suplemen kalsium.

Osteoporosis dan Patah Tulang

Osteoporosis sendiri tidak menimbulkan gejala. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa tulangnya semakin rapuh sampai mereka mengalami patah tulang.

Jika tulang sudah rapuh, patah tulang dapat terjadi akibat hal-hal yang kecil saja, misalnya terjatuh, setelah mengangkat beban yang agak berat, atau bahkan akibat berjalan kaki.

Jika patah tulang terjadi pada tulang belakang, ruas tulang belakang menjadi lebih pendek. Pada osteoporosis yang berat, beberapa ruas tulang belakang dapat mengalami patah tulang. Kejadian inilah yang paling banyak menyebabkan turunnya tinggi badan dan bungkuk pada orang tua

Akibat kepatahan ini, posisi sendi tulang belakang berubah. Perubahan ini dapat menimbulkan radang sendi dan rasa nyeri.

Pembedahan untuk memperbaiki patah tulang pada osteoporosis sangat sulit dilakukan, karena tulang tersebut sangat lemah untuk dipasangi sekrup dan batang logam penahan.

Bagaimana mencegah osteoporosis?

Pengetahuan merupakan kunci utama. Semakin banyak anda tahu mengenai pencegahan dan pengobatan, semakin besar kesempatan anda untuk tetap aktif. Kunci penanganan osteoporosis adalah mencegah kehilangan sel tulang dengan makanan yang cukup, kebiasaan yang sehat dan olahraga yang tepat.

Pencegahan dapat mengurangi atau menghentikan sama sekali kehilangan sel tulang. Semakin cepat melakukan langkah pencegahan, semakin baik hasilnya. Jadi, jika anda masuk kategori orang bersiko tinggi terkena osteoporosis, saatnyalah untuk melakukan tindakan pencegahan, sebelum anda mengalami patah tulang.

Calcium

Salah satu cara terpenting untuk mencegah osteoporosis adalah dengan mengambil kalsium yang cukup. Berikut disajikan dos kalsium yang diperlukan oleh tubuh menurut kelompok umur :

■* Anak-anak, umur 1-10 tahun : 800 mg kalsium/hari
■* Remaja, umur 11-18 tahun : 1.200 mg kalsium/hari
■* Remaja yang hamil : 1.600 mg kalsium/hari
■* Wanita hamil, umur 19 tahun ke atas : 1.200 mg kalsium/hari
■* Wanita menyusui : 1.200 mg kalsium/hari
■* Laki-laki dewasa, di bawah 65 tahun : 1.000 mg kalsium/hari
■* Laki-laki dewasa, d iatas 65 tahun : 1.500 mg kalsium/hari
■* Perempuan dewasa, sebelum menopause: 1.200 mg kalsium/hari
■* Perempuan dewasa, sebelum setelah : 1.500 mg kalsium/hari


sekarang kawan-kawan tahu kan kenapa Ostematrix SHAKLEE adalah antara suplemen yang penting? berminat? sila hubungi saya di talian 019 293 9886 atau emailkan ke hadhatina@yahoo.com


lots of love,